Oleh: Puhawang | Februari 18, 2022

Takdir Ilahi

Sudah beberapa hari ini aku berkomitmen untuk mengatur emosi. Tidak marah, tidak bersedih, tidak mengeluh, tidak terlalu perasa, dan tidak terlalu takut.

Awalnya lalui dengan baik, boleh dikata berhasil, besok nya aku rasa kok makin berat saja mengatur emosi ku, aku sedikit marah ketika anak lagi bandel. Hari ini lebih kalau lagi.

Entah kenapa seperti ini, kenapa aku tidak bisa ikhlas dan menerima keadaan. Apa banyak yang ku pikir? Mungkin saja iya.

Kehidupan keluarga ku belum bisa ku atasi dengan cara yang baik, kehidupan sosial ku kacau dan bahkan tanpa teman di lingkungan yang baru ini.

Kesedihan ini bisa saja mempengaruhi organ paru paru ku. Tapi ku tak ingin. Ke termenung an ini bisa saja merusak limfa ku. Kemarahan bisa merusak hati ku. Ketakutan melemahkan ginjal ku. Rasa tak senang menghancurkan jantung ku.

Aku tak ingin itu semua, namun terjadi. Aku ingin kuat tapi tak bertenaga. Aku ingin lawan emosi ku, tapi takut berdampak ke keluarga ku. Langkah ku salah kemanapun ke jejakkan kaki.

Terakhir… Mungkin ini yang bisa menenangkan ku… Ini adalah takdir Ilahi, bisa saja sebuah pelajaran yang harus aku ambil hikmahnya atau bisa juga sebagai hukuman atas kesalahan dan dosa di masa lalu.

Oleh: Puhawang | Februari 10, 2022

Otak ku lelah….

Entah mengapa lelaki sangat lemah saat mendengar, ketika seseorang mengomel di Deket telinga, seketika sekujur tubuh menjadi lemas.

Bukannya lelaki lemah hanya dengan sebuah Omelan, tapi dia memendam amarahnya agar tidak melukai yang lainnya. Biarkan semuanya terpendam, biar semua nya selamat dari amarah lelaki.

Begitu besar energi yang digunakan untuk memendam dan menahan amarah hingga lelaki itu lemas dan energinya terkuras habis.

Tapi lelaki tidak menangis dalam kesedihan nya, lelaki tidak menangis demi kehormatan dirinya. Hingga suatu saat lelaki akan menangis dengan alasan yang kuat dan saat itu harus menangis karena lelaki hanya manusia biasa.

Tak lelah ku mainkan jariku untuk mengalihkan perhatian dari sebuah kesedihan yang membuat energiku terkuras habis. Walau itu tak akan dapat menghapus sebuah kesedihan, sebuah penggalih perhatian agar hati jadi lebih tenang.

Lelaki, engkau mahluk yang berhati rapuh tapi kau dapat menyembunyikannya.

Oleh: Puhawang | Januari 28, 2022

Pijatan untuk teman

Sudah lama tidak bertemu, karena pandemi membatasi ruang gerak. Harusnya dekat tapi karena harus menyeberang pulau, ternyata niat pulang ke kampung halaman harus tertunda. Akhirnya Dia memberanikan diri untuk suntik vaksin sebagai syarat perjalanan dan akhirnya Dia bisa menyeberang dari pulau Dewata ke kota Gandrung Banyuwangi.

Sejak pagi ku selalu ingatkan untuk mampir ke tempatku kontak rumah, agar Dia tidak lupa. Seketika Jum’at jam 2 siang akhirnya sampai juga Dia ke rumah kontrakan ku. Tak ada yang bisa ku sajikan, tapi memang sajian tidak begitu penting bagi kami berdua, saling sapa dan ngobrol hanya itu yang dibutuhkan.

Ku lihat Dia capek gak tega untuk membiarkannya melanjutkan perjalanan, akhirnya ku tawarkan pijat untuk membuat Dia sedikit bugar. Tak sia-sia keterampilan pijat yang dulu ku pelajari dari Sukabumi kali ini bermanfaat buat nya.

Tak lama kemudian Dia ingin melanjutkan pekerjaan pulang tapi Dia mau mampir ke rumah temannya yang kayak beberapa rumah dari kontrakan ku. Disana ngobrol sebentar hanya untuk menyambung silaturahmi. Di tengah hujan deras akhirnya Dia memaksakan diri untuk lanjut perjalanannya.

Semoga di hari raya idul Fitri kelak kita bisa bertemu lagi. Wallahu alam bisshowab….

Oleh: Puhawang | Januari 23, 2022

Jari lunglai

Sudah berapa lama saya tidak menulis di blog ini ya? Lama sekali rasanya… Kangen bercerita tentang apa yang ku pegang, suka yang ku sentuh dan suka yang ku alami.

Seakan jariku telah lunglai kalah dengan keadaan, keadaan yang penuh beban, beban yang ku tanggung, tanggungan hidup. Jari ku yang dulu lincah berselancar di atas keyboard menjadi sekarang yang kaku seakan terkena serangan penyakit stroke.

Dulu memang profesi ku sebagai penjual online yang banyak nganggur nya, sekarang menjadi kepala rumah tangga dengan segudang pekerjaan. Maklum jariku lunglai dari menulis dan menterjemahkan bahasa otak ku yang dulu agak liar.

Semoga nanti akan lebih produktif walaupun tujuan ku tidak bermanfaat tulisan di blog ini.

Oleh: Puhawang | Januari 22, 2022

Untitled

Oleh: Puhawang | Januari 30, 2014

Tahapan pembelajaran musik

Tahapan pembelajaran musik yang akan Kita bahas disini, ini sebagai bahan untuk diskusi atau minimal sebagai tambahan wawasan bagi Anda Pengajar ataupun murid di sekolah musik, atau tempat kursus/les musik.

Semua orang menginginkan pembelajaran yang mudah, menarik, menyenangkan, dan bertahap. Tetapi beberapa orang menginginkan pembelajaran yang instan (cepat bisa). Misalnya Anda ditawari ingin bisa bermain gitar yang Lama atau Instan, Anda pilih mana? Apakah ada yang namanya belajar yang Instan? Semua yang serba Instan pasti mempunyai kualitas yang kurang baik, misalnya dampak kesukaan kita mengkonsumsi mie instan selama bertahun-tahun terhadap kesehatan hehehe…. tidak ada ahli kesehaan yang mengatakan mengkonsumsi mie instan itu baik dan sehat 🙂  Ok kembali ke musik, jadi yang bagus adalah belajar secara bertahap, dengan tahapan yang betul :)

Dalam mempelajari sesuatu pasti Kita akan mendapatkan pelajaran yang lain selain yang Kita pelajari misalnya:

  1. Kesabaran
  2. Ketekunan/rajin
  3. Ketelitian
  4. Kebersihan
  5. Ke-Konsisten-an

Itu yang akan Kita dapat ketika Kita mempelajari sesuatu secara bertahap dan menikmati proses pembelajarannya. Kalau berbicara tentang waktu pembelajaran pastinya tidak ada yang cepat, semua butuh waktu untuk berkembang.

Menurut pengalaman Kami dalam mengajarkan pengetahuan dan keterampilan gitar kepada murid selama beberapa tahun, maka Kami akan berbagi pengalaman pembelajaran. Yang nantinya semoga artikel ini dapat menjadikan diskusi bagi para pengajar/instruktur/guru musik. Amin.

Tahap pembelajaran musik

Tahapan Pembelajaran musik yang seharusnya sebagai berikut:

  1. Kinestetik, merupakan tahapan pembelajaran musik yang pertama, tipe pembelajaran ini memungkinkan anak didik untuk melihat, mendengarkan, dan meniru permainan yang diperagakan oleh pengajar/instruktur/guru musik. Pada tahap ini murid masih belum diajarkan untuk belajar mandiri, sama halnya dengan bayi, mereka menirukan apa yang mereka lihat, dengar dan rasakan. Tipe pembelajaran ini disarankan untuk diberikan kepada murid pemula, atau yang belajar dari “nol”.
  2. Visual, merupakan tahapan pembelajaran musik yang kedua, Tipe pembelajaran ini melihat materi yang disajikan, yaitu mulai mengajarkan membaca. Mengenal not, tanda baca, dan materi lain yang kaitannya dengan visual (melihat). Pembelajaran visual mulai mengajarkan kepada murid untuk belajar mandiri, misalnya pengajar musik tidak ada dan yang ada hanya partiture/tablature maka murid masih bisa belajar. Dan bahkan murid bisa belajar lebih dari yang diajarkan pengajar ketika sudah menguasai materi sebelumnya.
  3. Auditory, merupakan tahapan pembelajaran musik yang ketiga, Tipe pembelajaran ini berkaitan dengan pendengaran dan pembelajaran ini adalah tahap paling tinggi pada pembelajaran musik. Murid yang bisa menguasai pembelajaran Auditory biasanya mempunyai “FEELING” yang bagus dalam menebak nada dan memainkannya dalam alat musik.

Setiap lembaga atau sekolah musik atau kuliah musik mempunyai kurikulum tersendiri dalam mengajarkan musik kepada murid-murid mereka. Lah mana yang baik dan mana yang tidak baik? Semuanya baik asalkan kurikulum tersebut mempunyai tahap pembelajaran musik yang jelas dan yang paling penting membuat murid pintar bermain alat musik.

Bagaimana menurut teman-teman?

Ada Komentar? Silahkan dikomentari sebagai ajang Sharing/berbagi :)

Pasti Bermanfaat!!!

SMANGAD!!!

Oleh: Puhawang | September 22, 2011

jasa jari seorang teman

Kris, seorang musisi dan pemijat

woohoo…. jari seorang teman menyelamatkanku dari penat yang ada di kepala… alhamdulillah…. itulah guna seorang teman, ketika kita sakit atau kurang fit, uluran jari sangat dibutuhkan… pada malam hari setelah beraktifitas dan mondar-mandir kesana dan kemari akhirnya penat juga kepala…. Kris seorang teman yang juga berprofesi sebagai musisi/band player mempasrahkan diri untuk memijat leherku… dengan tenaganya yang kuat, dan pemijitan selama beberapa menit akhirnya hilangbjuga tuh penat… terima kasih temanku, Kris… semoga kamu mendapat pahala atas pijitanmu yang menyembuhkanku dari penat…. Semoga amalmu diterima… Amin….

Oleh: Puhawang | Agustus 2, 2011

jari yang lelah

alhamdulillah jari ku masih lengkap

Sampai saat ini jari tanganku masih lengkap… berjumlah 10 buah, 5 buah sebelah kiri dan 5 buah sebelah kanan. Dengan bertambahnya hari dan banyaknya pekerjaan yang ku lakukan, berkuranglah tenaga jari-jariku sehingga kegiatan menulis (posting) juga semakin jarang.

Sekarang tanggal 2 Agustus 2011, jari tanganku mulai mengetik lagi tentang artikel yang isinya curhat dan terpikir juga kayaknya tidak begitu penting banget hehehe…

Pada bulan ramadhan selayaknya kita gunakan jari-jari kita yang masih lengkap untuk melakukan kebaikan, seperti berdo’a, berwudlu, membantu sesama… eits, tidak kalah penting juga untuk melakukan hal-hal seperti menyapu rumah, mencuci baju dan piring, memasak, dan melipat selimut seusai tidur. Baca Selengkapnya..

Oleh: Puhawang | Maret 23, 2011

Uluran tangan untuk Bencana Jepang dari Jogja

menyelamatkan korban tsunami Jepang

Tahun 2006 gempa memporak porandakan Bantul, banyak bangunan roboh dan korban jiwa, keadaan masyarakat kacau balau pada saat itu. Pada saat itu warga Jepang membantu warga Bantul yang terkena musibah sampai dalam rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan mereka.

Sekarang, kejadiannya terbalik. Warga Jepang terkena bencana Tsunami dan giliran warga Bantul-Jogja yang mengumpulkan dana kemanusiaan untuk membantu mereka. Sebenarnya Jepang lehih kaya dari pada Indonesia, tetapi simpati dan niat baik Kita setidaknya dapat mengurangi beban mental yang mereka alami skibat Tsunami yang menimpa.

Para PNS (Pegawai Negeri Sipil) menyumbangkan dana dengan nominal tertentu untuk bencana Tsunami Jepang, sedangkan PMI (Palang Merah Indonesia) akan mengirim sukarelawan yang akan dikirimkan membantu korban bencana ke Jepang.

Sementara itu, berbagai kalangan masyarakat Yogya mulai dari seniman, perguruan tinggi, pemerintah daerah dan warga akan menyelenggarakan Jogja Message For Japan pada 24 Maret 2011, sebagai bentuk keprihatinan. Kegiatan peduli Jepang liannya akan dilaksanakan pada 26 Maret 2011, berupa malam amal untuk Jepang.

Oleh: Puhawang | Maret 21, 2011

jari kegencet pintu

Pada pagi hari pukul 6.00 WIB Ku bangun dari tidur lelapKu yang sempat juga mimpi indah… Selimut Kusibak dari badanKu, dan Ku mulai beranjak dari tempat tidur ke kamar mandi… Dingin terasa menusuk kulit… Maklum kota Malang terkenal dinginnya hohoho…..

Pintu Ku buka dengan memegan gagang pintu dan mulai Ku tutup karena Ku pengen @#$%*&^, tidak sengaja pintu Ku tutup tapi tangan sebelah masih memegang daun pintu.,… Waaaadddddduhhhhhhh…. tangan kegencet…. bukan maen sakitnya…..

Kalau teman2 pengen ngrasain sakitnya, silahkan encetin tangan ke pintu…. 🙂

Selamat mencoba:p

Nb: Biar pinter dan bisa waspada dari jari kegencet pintu, silahkan belajar di sekolah bintang

Older Posts »

Kategori