Oleh: Puhawang | Desember 24, 2010

Berdzikir dengan Jari Tangan Kanan


dzikir

Yang disunnahkan dalam berdzikir adalah dengan menggunakan

jari-jari tangan:

“Dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu’anhu, ia berkata: ‘Aku melihat Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menghitung bacaan tasbih (dengan jari-jari) tangan kanannya.’” (Hadits Shahih, riwayat Abu Dawud no. 1502, dan at Tirmidzi no. 3486, Shahiih at Tirmidzi III/146 no. 2714, Shahiih Abi Dawud I/280 no. 1330, al Hakim I/547, al Baihaqi II/253).

Bahkan Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam memerintahkan para Sahabat wanita menghitung: Subhanallah, alhamdulillah, dan mensucikan Allah dengan jari-jari, karena jari-jari akan ditanya dan diminta untuk berbicara (pada hari Kiamat). (Hadits hasan, riwayat Abu Dawud no. 1501, dan at Tirmidzi. Dihasankan oleh Imam an Nawawi dan Ibnu Hajar al ‘Asqalani).

(Dikutip dari: Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Dzikir Pagi dan Petang dan Sesudah Shalat Fardhu, Penerbit Pustaka Imam Asy Syafi’i, cetakan pertama, Desember 2004 M, hal. 47).

Tidak ada dalil shahih yang menerangkan bahwa Rasulullah Shallallahu ’alayhi wa Sallam berdzikir menggunakan subhah (kalung biji-bijian).

Di masyarakat kita disebut tasbih karena digunakan untuk bertasbih.

Menurut petunjuk Nabi Shallallahu’ alaihi wa sallam berdzikir itu dihitungnya dengan tangan bukan dengan biji-bijian tasbih. Dan menurut hadist Abdullah bin Amr bahwa Nabi Shallallahu’ alaihi wa sallam menghitungnya dengan tangan kanannya bukan dengan kedua tangannya (kanan & kiri)

Dari itu Muhammad Nashirudin Al Albani rahimahullah mengatakan : “Bertasbih dengan kedua tangan menyalahi Sunnah!”
Pantaskan kita berdzikir dengan tangan kiri yang dipergunakan untuk mencuci kotoran?

Detailnya lihat As-Subhah Tarikhuha wa Hukmuha tulisan asy-Syaikh Bakr Abu Zaid hafizhahullah yang telah diterjemahkan di antaranya dengan judul Tasbih Bid’ah atau Sunnah? (Pustaka Salafiyah, 2004).

Berikut ini tambahan artikel tentang dimakruhkannya penggunaan biji-biji tasbih.

Tulisan ini dikutib dari majalah assunnah, tapi afwan, lupa edisi berapa.

©       Menggunakan alat tasbih untuk zikir

Menggunakan alat tasbih adalah bid’ah. Menurut sunnah sebagaimana yang selalu Rasulullah saw. lakukan adalah berzikir dengan menggunakan tangan kanannya.

Banyak Atsar sahabat dan tabi’in yang menunjukkan, bahwa mereka mengingkari orang yang menggunakan bijian atau kerikil untuk menghitung dzikirnya. Diantara atsar tersebut adalah :

# Atsar Aisyah, yaitu ketika melihat seorang wanita dari Kulaib yang menghitung dzikirnya dengan bijian. Aisyah berkata: Mana jarimu? (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam kitab Al Mushnaf, no.7657, dalam sanadnya terdapat jahalah (orang yang tidak diketahui))

# Atsar Abdullah bin Mas’ud, dari Ibrahim berkata :  Abdullah bin Mas’ud membenci hitungan (dengan tasbih) dan berkata: Apakah mereka menyebut-nyebut kebaikannya di hadapan Allah? (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam kitab Al Mushnaf, no.7667 dengan sanad yang shahih)

# Atsar dari Ash Shalat bin Bahram, berkata : Ibnu Mas’ud melihat seorang wanita yang bertasbih dengan menggunakan subhah, kemudian beliau memotong tasbihnya dan membuangnya. Beliau juga melewati seorang laki-laki yang bertasbih menggunakan kerikil, kemudian memukulnya dengan kakinya dan berkata: Kamu telah mendahului (Rasulullah) dengan melakukan bid’ah yang dzalim, dan kamu lebih tahu dari para sahabatnya. (Diriwayatkan oleh Ibnu Waddaah Al Qurthubi dalam kitab Al Bida’ Wa An Nahyu ‘Anha, hlm.12 dengan sanad yang shahih. Juga ada inqitha’, karena Ash Shalat tidak pernah mendengar dari Ibnu Mas’ud)

# Atsar dari Sayyar Abi Al Hakam, bahwasanya Abdullah bin Mas’ud menceritakan tentang orang-orang Kufah yang bertasbih dengan kerikil di dalam masjid. Kemudian beliau mendatanginya dan menaruh kerikil di kantung mereka, dan mereka dikeluarkan dari masjid. Beliau berkata: Kamu telah melakukan bid’ah yang dzalim dan telah melebihi ilmunya para sahabat Nabi. (Diriwayatkan oleh Ibnu Waddaah Al Qurthubi dalam kitab Al Bida’ Wa An Nahyu ‘Anha, hlm.11 dengan sanad yang shahih. Juga ada inqitha’, karena sayyar tidak pernah mendengar dari Ibnu Mas’ud)

# Atsar dari Amru bin Yahya; dia menceritakan pengingkaran Abdullah bin Mas’ud terhadap halaqah di masjid Kufah yang orang-orangnya bertasbih, bertahmid dan bertahlil dengan kerikil. (Riwayat selengkapnya, lihat sunan Ad Darimi, Kitabul Muqaddimah, hadits no.206. Juga disebutkan dalam Tarikh Wasith, Aslam bin Sahl Ar Razzaz Al Wasithi. Syaikh Al Albani menshahihkan sanad hadits ini dalam As Silsilah Ash Shahihah, hadits no.2005)

Adapun yang membawa masuk alat tersebut ke dunia Islam dan yang pertama kali memperkenalkannya ialah kelompok-kelompok thariqat atau tasawuf; disebutkan oleh Sidi Gazalba sebagai hasil kombinasi pemikiran antara Islam dengan Yahudi, Kristen, Manawi, Majusi, Hindu dan Budha serta mistik Pytagoras.

KESIMPULAN

Rasulullah saw dan para sahabatnya tidak pernah menggunakan alat tasbih dalam menghitung dzikirnya; dan ini merupakan sunnah yang harus diikuti. Seandainya menggunakan tasbih merupakan kebaikan, niscaya Rasulullah saw dan para sahabat merupakan yang pertama sekali melakukannya.

Oleh sebab itu, orang yang paham dan berakal tidak akan menyelisihi sunnah Rasulullah saw menghitung dzikir dengan jari tangannya, menggantinya dengan hal-hal yang bid’ah, yaitu menghitung dzikir dengan tasbih atau alat penghitung lainnya. Inilah yang disepakati oleh seluruh ulama pengikut madzhab, seperti yang disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.

Alangkah indahnya pesan Imam Asy Syafi’i: Kami akan mengikuti sunnah Rasulullah saw baik dalam melakukan suatu ibadah atau dalam meninggalkannya.’ Abdullah bin Umar menambahkan: Semua bid’ah adalah sesat, meskipun manusia memandangnya baik.

Allahu a’lam

Semoga Allah Tabaraka Wa Ta’ala menambahkan kepada kita semua ilmu yg haq dan memudahkannya untuk memahaminya.

Sumber: http://waterboyry.wordpress.com


Responses

  1. catatan :
    1. albani adalah salah satu dari sekian bnyak yg dianggap ahli hadits oleh wahabi, padahal albani bukan ahli hadits, tdk ada dlm sejarah ahli hadits kok punya ratusan kesalahan metode dlm ulumul haditsnya, jadi hati2 saja dg pendapat2 albani.
    2. dalam foto di atas, adalah syaikh hisyam al kabbani, apakah keilmuan penulis melebihi ulama yang diakui dunia ?
    3. yang kapasitas keilmuannya kurang memadahi, sebaiknya tidak menyimpulkan suatu kaidah hukum, ikuti ulama2 salaf ( bukan albani cs yg kapasitas keilmuannya meragukan, bahkan hafal haditspun tidak ) dmn mereka sangat hati2 dalam menyimpulkan kaidah hukum padahal mereka hafal ribuan hadits, nah para kaum salafi wahabi, hafal 100 hadits saja tidak, cuma bisa merujuk albani aja sudah sesumbar menentukan kaidah hukum, apa jadinya ummat klo begini, apakah tdk takut dg ancaman Rasulullah SAW kepada sesiapa saja yang menerjemahkan kaidah hukum islam ( al Qur’an dan Hadits ) dengan “otak cingkrangnya” dengan ancaman neraka ?

    wallohu a’lam ….

  2. Dalil Menggunakan Tasbih

    1. Hadis:

    عن سعد بن أبى وقاص رضى الله عنه أنه دخل مع رسول الله صلى الله عليه وسلم على امرأة و بين يديها نوى أو حصى تسبح به فقال : ” ألا أخبرك بما هو أيسر عليك من هذا أو أفضل ؟ سبحان الله عدد ما خلق فى السماء و سبحان الله عدد ما خلق و سبحان الله عدد ما بين ذلك و سبحان الله عدد ما هو خالق و الله أكبر مثل ذلك و الحمد لله مثل ذلك و لا إله إلا الله مثل ذلك و لا حول و لا قوة إلا بالله مثل ذلك ” رواه ابو داود والنسائي والترمذي والطبراني فى الدعاء
    . (روضة المحدثين – ج 10 / ص 466)
    قال الحافظ ابن حجر : حسن ( نتائج الأفكار 77/1 )

    “Diriwayatkan dari Sa’ad Abi Waqqash bahwa Rasulullah masuk ke (tempat) seorang wanita yang di depannya ada kerikil yang digunakannya untuk membaca Tasbih. Kemudian Rasulullah Saw mengajarkan bacaan Tasbih….” (HR Abu Dawud, Nasai, Turmudzi dan Tabrani)
    Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata: “Sanadnya hasan”

    2. Atsar Abu Hurairah
    حدثنا أحمد بن جعفر بن حمدان ثنا عبدالله بن أحمد بن حنبل ثنا الحسن بن الصباح ثنا زيد بن الحباب عن عبدالواحد بن موسى قال أخبرني نعيم بن المحرر بن أبي هريرة عن جده أبي هريرة أنه كان له خيط فيه ألفا عقدة فلا ينام حتى يسبح به (حلية الأولياء لابي نعيم الحلية الاولياء – ج 1 / ص 383)

    “Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah memiliki tali yang terdiri dari 1000 ikatan (bundelan). Beliau tidak tidur sampai bertasbih dengannya” (Abu Nuaim, Hilyat al-Auliya’ 1/383)

  3. sesungguhnya tulisan di atas sudah sangat jelas. adapun pertanyaan akh Ahmad Al-Asy’ari tentang speaker, sajadah, mushaf, harakat, dll yang tidak ada pada zaman Rasulullah, apakah semua itu juga bid’ah sebagaimana biji-biji tasbih yang tidak ada pada zaman Rasulullah?..perlu dipahami, speaker, sajadah, mushaf, harakat, dll tidak ada pengingkaran dari Rasulullah dan juga tidak dari para sahabat. artinya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membolehkan. adapun tasbih, ada pengingkaran dari Rasulullah (dengan hadist pertama di atas) dan para sahabat. Juga pengingkaran dari para tabiin yang mulia. Sementara di zaman mereka, Al-Qur’an sudah dibukukan. Jadi, tasbih diingkari penggunaannya oleh 3 generasi terbaik Islam.

  4. […] : klik disini… Share this:TwitterFacebookLike this:SukaBe the first to like this […]

  5. bagaimana dengan penggunaan speaker di masjid ? padahal pada zaman rasul, tidak ada. Bagaimana dengan penggunaan karpet, sajadah atau permadani ketika shalat ? padahal di zaman nabi tidak ada. Bagaimana dengan penggunaan kain sarung ketika shalat ? padahal di zaman nabi tidak ada. Bagaimana tentang jadwal shalat ? padahal di zaman nabi tidak ada. Bagaimana dengan penggunaan mushaf Alquran ? padahal di zaman nabi tidak ada. Bagaimana pemberian tanda atau harakat pada huruf-huruf Alquran ? padahal di zaman nabi tidak ada. Bagaimana penggunaan kompas untuk menentukan arah kiblat ? padahal sepertinya di zaman nabi tidak ada. ADAKAH DALILNYA DARI QUR’AN ATAU HADIS SHOHIH YANG MENGATAKAN MENGGUNAKAN TASBIH ADALAH BID’AH?

    • Terima kasih artikelnya, bertambah ilmu baru.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: